Jangan Terlalu Bersedih atas Musibah

Written By Mari Bersholawat on 28.8.11 | 1:37 PM

sedih_musibah_sabar


Wahai saudaraku ...
Mungkin saat ini kau dirundung duka
Tetapi seharusnya tidak membuat engkau berlarut lama

Wahai saudaraku ...
Ingatlah, kondisi kita tidak selamanya harus dalam suka
Kadang akan merasakan duka
Suka dan duka akan terus berganti dalam hidup kita

Wahai saudaraku ...
Takdir Allah itu begitu baik
Jika kita pandang dari satu sisi mungkin terasa tidak enak
Namun coba kita pandang dari sisi lain, Allah punya maksud lain yang terbaik

Wahai saudaraku ...
Bukankah Nabimu –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu keletihan dan penyakit (yang terus menimpa), kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.

Perhatikanlah bagaimana janji Rabbmu
Dosa-dosamu akan berguguran satu demi satu
Jadi tidak perlu bersedih ...

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Di balik kesulitan ada kemudahan yang begitu banyak
Karena satu kesulitan mustahil mengalahkan dua kemudahan
Jadi tidak perlu bersedih ...

وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ
“Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran”
Jalan keluar begitu dekat bagi orang yang bertakwa
Pertolongan mudah datang jika seseorang bersabar
Jadi tidak perlu bersedih ...

Jagalah hati, lisan dan anggota badan dari berkeluh kesah
Ridholah dengan takdir ilahi
Jadikan sabar sebagai jalan meraih pertolongan.

Musibah semakin mendewasakan diri
Musibah semakin meninggikan derajat di sisi Allah
Musibah semakin menguji iman seseorang

Moga Allah menjadikan badai cepat berlalu
Moga Allah menjadikan diri menjadi orang yang bersabar
Moga Allah membalas orang yang bersabar dengan JANNAH

www.rumaysho.com

1:37 PM | 0 komentar | Read More

Keutamaan Saling Mengunjungi

 
Salah satu aktivitas yang khas di bulan Syawal (khususnya di moment Idul Fithri) adalah saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Moment tersebut memang moment terbaik untuk saling mengunjungi, apalagi mengunjungi orang tua dan kerabat karena waktu senggang dan seluruh keluarga dekat bisa mudah ditemui adalah pada waktu tersebut. Dan sungguh saling mengunjungi silaturahmi ini memiliki keutamaan yang besar dari sisi pahala dan umur yang berkah, di samping dapat memupuk dan melagengkan kasih sayang.
Keutamaan Saling Mengunjungi
Beberapa hadits telah menerangkan tentang keutamaan saling mengunjungi sesama muslim. Dalam hadits Abu Hurairah disebutkan, “Sesungguhnya seseorang ada yang ingin mengunjungi saudaranya di kota lain. Allah lalu mengutus malaikat untuknya di jalan yang akan ia lalui. Malaikat itu pun berjumpa dengannya seraya bertanya, ‘Ke mana engkau akan pergi? Ia menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kota ini?’ Malaikat itu bertanya kembali, ‘Apakah ada suatu nikmat yang terkumpul untukmu karena sebab dia?’ Ia menjawab, ‘Tidak. Aku hanya mencintai dia karena Allah ‘azza wa jalla.’ Malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untukmu. Allah sungguh mencintaimu karena kecintaan engkau padanya’.” (HR. Muslim no. 2567). Hadits ini disebutkan oleh Imam Nawawi dalam Shahih Muslim dengan judul bab “Keutamaan saling cinta karena Allah”. Dan dalil ini dijadikan oleh para ulama sebagai dalil keutamaan saling mengunjungi sesama muslim dan mengunjungi orang sholeh yang dilandasi ikhlas dan saling mencintai karena Allah. Jadi dasarnya adalah karena Allah yaitu karena iman yang dimiliki saudaranya.
Dalam hadits ‘Ubadah bin Ash Shamit, disebutkan, “Sungguh Aku mencintai orang yang saling mencintai karena-Ku. Sungguh Aku pun mencintai orang yang saling berkunjung karena-Ku. Sunguh Aku mencintai orang yang saling berderma karena-Ku. Sungguh aku mencintai orang yang saling bersedekah karena-Ku. Begitu pula dengan orang yang saling menyambung (hubungan kekerabatan) karena-Ku.” (HR. Ahmad 5/229, shahih).
Mengunjungi Kerabat
Lebih utama lagi jika seorang muslim mengunjungi orang tua, saudara dan kerabatnya. Ini akan membuahkan pahala yang lebih besar. Inilah yang dimaksudkan silaturahmi.
Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab,
تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ
"Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)." (HR. Bukhari no. 5983)
Dari Abu Bakroh, Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا - مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ - مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
"Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)" (HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibnu Majah n0. 4211, shahih)
Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا 
”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari no. 5991)
Abu Hurairah berkata, "Seorang pria mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturrahmi dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya, dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka". Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Kalau memang halnya seperti yang engkau katakan, (maka) seolah- olah engkau memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu.” (HR. Muslim no. 2558)
Abdurrahman ibnu 'Auf berkata bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ
"Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya." (HR. Ahmad 1/194, shahih lighoirihi).
Dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
"Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi." (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)
Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata,
مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ
"Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya." (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)
Memang terjadi salah kaprah mengenai istilah silaturahmi (silaturahim) di tengah-tengah kita sebagaimana yang dimaksudkan dalam hadits-hadits di atas. Yang tepat, menjalin tali silaturahmi adalah istilah khusus untuk berkunjung kepada orang tua, saudara atau kerabat. Jadi bukanlah istilah umum untuk mengunjungi orang sholeh, teman atau tetangga. Sehingga yang dimaksud silaturahmi akan memperpanjang umur adalah untuk maksud berkunjung kepada orang tua dan kerabat. Ibnu Hajar dalam Al Fath menjelaskan, "Silaturahmi dimaksudkan untuk kerabat, yaitu yang punya hubungan nasab, baik saling mewarisi ataukah tidak, begitu pula masih ada hubungan mahrom ataukah tidak." Itulah makna yang tepat.
Menebus Kesalahan
Setiap hamba tidak akan lepas dari dosa, baik dosa antara dirinya dengan Sang Kholiq dan dosa terhadap sesama begitu pula terhadap orang-orang terdekat. Dosa kepada Allah bisa ditebus dengan taubat. Taubat di sini mengharuskan untuk menyesali dosa yang telah lalu, kembali taat untuk saat ini dan bertekad tidak mengulangi dosa tersebut di masa mendatang. Sedangkan kesalahan terhadap sesama di samping memenuhi syarat tadi, juga mengharuskan untuk meminta maaf kepada saudara tempat kita berbuat khilaf. Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لأَحَدٍ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَىْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ ، قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ 
“Barang siapa melakukan tindak kelaliman kepada seseorang, baik pada harga diri atau harta bendanya, hendaknya ia segera menyelesaikannya sekarang juga, sebelum datang hari kiamat, suatu hari yang tidak berlaku lagi uang dinar atau dirham. Akibatnya, bila ia memiliki amal shaleh, maka akan dipungut sebanyak tindak kelalimannya. Bila ia tidak memiliki amal kebajikan, maka akan dipungutkan dari dosa orang tersebut, lalu dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449). Kondisi semacam ini tentu sangat memilukan hati kita. Di saat kita sangat butuh pada pahala amal ibadah kita, ternyata semuanya sirna karena digunakan menebus khilaf. Penyesalan yang tiada terobati pasti menyelimuti diri kita kala itu dan perasaan merugi pasti menggerogoti batin ini. Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِى قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ
“Orang yang benar-benar pailit dari umatku ialah orang yang di hari kiamat dibangkitkan dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Di saat yang sama ini juga memikul dosa mencaci, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Sebagai tebusannya, orang ini diberi tebusan dari pahala amal kebajikannya, ini juga diberi tebusan dari pahala amal kebajikannya, dan ini juga diberi tebusan dari pahala amal kebajikannya. Bila pahala amal kebajikannya telah habis, padahal dosanya belum terbayar semua, maka dipungutkan dari dosa-dosa mereka dan dibebankan kepadanya. Akibatnya ia dicampakkan ke dalam api neraka." (HR. Muslim no. 2581). Kebutuhan kita untuk terus saling memaafkan dan meminta maaf ini tentu tiada pernah putus selama masih hidup bermasyarakat termasuk dalam hidup rumah tangga dan hubungan dengan kerabat. Namun sekali lagi, saling memaafkan di sini sebenarnya bukan jadi moment khusus yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam  di hari raya. Ketika ada salah dan yakin pernah berbuat khilaf pada orang tua, kerabat dan lainnya, hendaklah kita minta diputihkan atau dimaafkan. Akan tetapi, hal ini tidak menjadi suatu hal yang Islam wajibkan di hari raya nan fitri. Saling mengunjungi dan saling memberi ucapan selamat akan kesuksesan di bulan Ramadhan serta saling mendoakan akan diterimanya amal-amal kita saat berpuasa, itu mesti lebih kita pupuk di hari raya.
Moga tulisan sederhana dapat semakin memupuk dan mewariskan kasih sayang kita terhadap sesama. Wallahu waliyyut taufiq. (*)
www.rumaysho.com
1:23 PM | 0 komentar | Read More

Kembali Fithri Bukan Kembali Suci


idul_fithri_fitri

Berbagai iklan reklame sering mengelabui atau kasarnya 'membodohi'. Itulah yang membuat rancu masyarakat saat ini menjelang Idul Fithri. Seringkali dipahami bahwa maksud Idul Fithri adalah kembali suci, seakan-akan jika telah jalani puasa berarti kita telah keluar dari bulan Ramadhan seperti bayi yang baru lahir. Mari lihat ulasan sederhana berikut.
Makna 'Idul Fithri
Jika kita tilik dalam kamus Al Mu'jam Al Wasith, 'ied adalah suatu perkara penting atau sakit yang berulang, bisa juga sesuatu yang berulang tersebut adalah sesuatu yang dirindukan dan semacamnya. 'Ied juga berarti setiap hari yang terdapat perayaan di dalamnya. Sedangkan fithri berasal dari kata 'afthoro' yang berarti memutuskan puasa karena melakukan pembatalnya. Jadi fithri di sini dimaksudkan dengan hari setelah Ramadhan, di mana tidak berpuasa lagi. Hal ini berbeda dengan kata fithroh (fitrah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang dalam bahasa Arab bermakna sifat asli atau watak asli, atau bermakna pula tabi'at selamat yang belum tercampur 'aib (Lihat Al Mu'jam Al Wasith, hal. 727-728).
Dari sisi bahasa, 'Idul Fithri saja bukan berarti kembali suci. Apalagi jika kita melihat kembali dalam kitab-kitab fikih, tidak pernah dijumpai makna demikian.
Kapan Kembali Suci?
Ulama salaf lainnya mengatakan kepada sebagian saudaranya ketika melaksanakan shalat ‘ied di tanah lapang, “Hari ini suatu kaum telah kembali dalam keadaan sebagaimana ibu mereka melahirkan mereka.” (Dibawakan oleh Ibnu Rajab Al Hambali dalam Latho-if Al Ma’arif, hal. 373-374).
Perkataan ini seakan-akan membenarkan yang dimaksud kembali suci. Namun bukan karena kita sekedar berjumpa dengan Idul Fithri, lalu kita kembali suci. Perkataan ini dimunculkan oleh Ibnu Rajab Al Hambali karena begitu banyaknya pengampunan di bulan Ramadhan dari amalan yang kita lakukan.  Mulai dari amalan puasa, shalat malam (shalat tarawih), menghidupkan lailatul qadar, juga permohonan maaf yang kita minta pada Allah. Itulah yang menyebabkan seolah-olah kita keluar dari bulan Ramadhan seperti bayi yang baru lahir. Tetapi tentu saja perkataan di atas bukan ditujukan pada orang yang tidak shalat atau shalatnya bolong-bolong di bulan Ramadhan, bukan bagi orang yang tidak puasa, bukan bagi orang yang malas shalat tarawih, bukan bagi orang yang malas menghidupkan lailatul qadar atau enggan mencari permintaan maaf atas dosa di hari-hari terakhir Ramadhan.
Renungkanlah hal ini. Jangan terlalu PD menyatakan diri kembali suci setelah Ramadhan sedangkan masih penuh kekurangan dalam beramal.
Wallahu waliyyut taufiq.
Taqobbalallahu minna wa minkum. 
Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian.
www.rumaysho.com
1:12 PM | 0 komentar | Read More

Menyambut Hari Fithri

Idul Fithri adalah hari paling berbahagia bagi setiap muslim. Begitulah hari raya. Namun di akhir Ramadhan atau hari Idul Fithri ada dua kewajiban yang mesti diingat, yaitu zakat fithri dan berkenaan dengan shalat 'ied. Itulah yang akan dibahas singkat pada tulisan sederhana ini.

Kewajiban Zakat Fithri
Zakat fithri berarti zakat yang diwajibkan karena berkaitan dengan waktu ifthor (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan. Zakat ini disandarkan pada kata fithri karena fithri (tidak berpuasa lagi) adalah sebab dikeluarkannya zakat tersebut (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 23/335). Kadang disebut pula dengan fitroh yaitu dimaksudkan untuk harta yang dikeluarkan sebagai zakat fithri (Al Majmu’, 6/103).
Zakat Fithri adalah shodaqoh yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim pada hari berbuka (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan. Bahkan Ishaq bin Rohuyah menyatakan bahwa wajibnya zakat fithri seperti ada ijma’ (kesepakatan ulama) di dalamnya (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/58). Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan untuk dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Zakat fithri ini wajib ditunaikan oleh: (1) setiap muslim, (2) yang mampu mengeluarkan zakat fithri. Menurut mayoritas ulama, batasan mampu di sini adalah mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari ‘ied. Jadi apabila keadaan seseorang seperti ini berarti dia dikatakan mampu dan wajib mengeluarkan zakat fithri. Orang seperti ini yang disebut ghoni (berkecukupan). (Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/80-81)
Dari syarat di atas menunjukkan bahwa kepala keluarga wajib membayar zakat fithri orang yang ia tanggung nafkahnya (Mughnil Muhtaj, 1/595). Menurut Imam Malik, ulama Syafi’iyah dan mayoritas ulama, suami bertanggung jawab terhadap zakat fithri si istri karena istri menjadi tanggungan nafkah suami (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/59).
Seseorang mulai terkena kewajiban membayar zakat fithri jika ia bertemu terbenamnya matahari di malam hari raya Idul Fithri. Jika dia mendapati waktu tersebut, maka wajib baginya membayar zakat fithri (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/58). Alasannya karena zakat fithri berkaitan dengan hari fithri, hari tidak lagi berpuasa.
Bentuk Zakat Fithri
Bentuk zakat fithri adalah berupa makanan pokok seperti kurma, gandum, beras, kismis, keju dan semacamnya. Para ulama sepakat bahwa kadar wajib zakat fithri adalah satu sho’ dari semua bentuk zakat fithri kecuali untuk qomh (gandum) dan zabib (kismis) sebagian ulama membolehkan dengan setengah sho’. Satu sho’ adalah ukuran takaran yang ada di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Para ulama berselisih pendapat bagaimanakah ukuran takaran ini. Lalu mereka berselisih pendapat lagi bagaimanakah ukuran timbangannya. Satu sho’ dari semua jenis ini adalah seukuran empat cakupan penuh telapak tangan yang sedang. Ukuran satu sho’ jika diperkirakan dengan ukuran timbangan adalah sekitar 3 kg. Ulama lainnya mengatakan bahwa satu sho’ kira-kira 2,157 kg. Artinya jika zakat fithri dikeluarkan 2,5 kg seperti kebiasan di negeri kita, sudah dianggap sah. Wallahu a’lam.
Ulama Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa tidak boleh menyalurkan zakat fithri dengan uang yang senilai dengan zakat. Karena tidak ada satu pun dalil yang menyatakan dibolehkannya hal ini. Imam Ahmad ditanya oleh seseorang, “Bolehkah aku menyerahkan beberapa uang dirham untuk zakat fithri?” Jawaban Imam Ahmad, “Aku khawatir seperti itu tidak sah. Mengeluarkan zakat fithri dengan uang berarti menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (Al Mughni, 4/295)
Menyalurkan Zakat Fithri
Penerima zakat fithri hanyalah khusus untuk fakir miskin saja, bukan untuk 8 golongan sebagaimana disebutkan dalam surat At Taubah ayat 60. Jadi penerima zakat fithri berbeda dengan zakat maal. Karena dalam hadits sendiri disebutkan, “Zakat fithri sebagai makanan untuk orang miskin.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah, hasan)
Perlu diketahui bahwa waktu pembayaran zakat fithri ada dua macam: (1) waktu afdhol yaitu mulai dari terbit fajar pada hari ‘idul fithri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat ‘ied; (2) waktu yang dibolehkan yaitu satu atau dua hari sebelum ‘ied sebagaimana yang pernah dilakukan oleh sahabat Ibnu ‘Umar. Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah mengatakan, “Seandainya zakat fithri jauh-jauh hari sebelum ‘Idul Fithri telah diserahkan, maka tentu saja hal ini tidak mencapai maksud disyari’atkannya zakat fithri yaitu untuk memenuhi kebutuhan si miskin di hari ‘ied. Ingatlah bahwa sebab diwajibkannya zakat fithri adalah hari fithri, hari tidak lagi berpuasa. Sehingga zakat ini pun disebut zakat fithri. ... Karena maksud zakat fithri adalah untuk mencukupi si miskin di waktu yang khusus (yaitu hari fithri), maka tidak boleh didahulukan jauh hari sebelum waktunya.” (Al Mughni, 4/301)
Zakat fithri disalurkan di negeri tempat seseorang mendapatkan kewajiban zakat fithri yaitu di saat ia mendapati waktu fithri (tidak berpuasa lagi). Karena wajibnya zakat fithri ini berkaitan dengan sebab wajibnya yaitu bertemu dengan waktu fithri. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 23/345)
Di Hari Idul Fithri
Setelah mengetahui kewajiban zakat fithri, satu perintah lagi di hari Idul Fithri yang perlu kita pahami, yaitu shalat 'ied. Hukum shalat 'ied sendiri adalah wajib menurut pendapat yang lebih kuat. Alasannya disebutkan oleh Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al Fatawa,  "Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan untuk melakukan shalat ‘ied. Lalu beliau sendiri dan para khulafaur rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali), begitu pula kaum muslimin setelah mereka terus menerus melakukan shalat ‘ied. Dan tidak dikenal sama sekali kalau di satu negeri Islam ada yang meninggalkan shalat ‘ied. Shalat ‘ied adalah salah satu syi’ar Islam yang tersohor. ... Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi keringanan bagi wanita untuk meninggalkan shalat ‘ied, lantas bagaimana lagi dengan kaum pria?"
Tuntunan Sebelum Shalat 'Ied
1. Waktu shalat ‘ied dimulai dari matahari setinggi tombak sampai waktu zawal (matahari bergeser ke barat. Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad mengatakan, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengakhirkan shalat 'Idul Fithri dan mempercepat pelaksanaan shalat 'Idul Adha. Ibnu ‘Umar  yang sangat dikenal mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar menuju lapangan kecuali hingga matahari meninggi.”
2. Tempat pelaksanaan shalat ‘ied lebih utama (lebih afdhol) dilakukan di tanah lapang, kecuali jika ada udzur seperti hujan. (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat shalat seperti praktek Ibnu 'Umar. Lalu berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. (Lihat Zaadul Ma'ad, 1/425)
4. Makan sebelum keluar menuju shalat ‘ied khusus untuk shalat ‘Idul Fithri (HR. Ahmad, hasan).
5. Bertakbir ketika keluar hendak shalat ‘ied (As Silsilah Ash Shahihah no. 171).
6. Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda (HR. Bukhari).
7. Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat (HR. Ibnu Majah, hasan).
8. Tidak ada shalat sunnah qobliyah dan ba'diyah 'ied (HR. Bukhari dan Muslim).
9. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke tempat shalat, beliau pun mengerjakan shalat ‘ied tanpa ada adzan dan iqomah. Juga ketika itu untuk menyeru jama’ah tidak ada ucapan “Ash Sholaatul Jaam’iah.” Yang termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak melakukan hal-hal semacam tadi. (Zaadul Ma'ad)
Tata Cara Shalat 'Ied
Jumlah raka’at shalat Idul Fithri dan Idul Adha adalah dua raka’at. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut.
1. Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.
2. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/ tambahan) sebanyak tujuh kali takbir -selain takbiratul ihrom- sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar.
3. Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”
4. Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua. Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua.
5. Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dan seterusnya).
6. Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.
7. Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.
8. Setelah melaksanakan shalat ‘ied, imam berdiri untuk melaksanakan khutbah ‘ied dengan sekali khutbah (bukan dua kali seperti khutbah Jum’at). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan khutbah di atas tanah dan tanpa memakai mimbar. Beliau pun memulai khutbah dengan “hamdalah” (ucapan alhamdulillah) sebagaimana khutbah-khutbah beliau yang lainnya (Lihat Zaadul Ma'ad dan Shahih Fiqh Sunnah). Jama’ah boleh memilih mengikuti khutbah ‘ied atau tidak (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, shahih).
Taqobalallahu minna wa minkum
(Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian). Semoga Allah menjadi kita insan yang istiqomah dalam menjalankan ibadah selepas bulan Ramadhan. (*)
Bandung, 15 Ramadhan 1432 H (15 Agustus 2011)
Artikel Buletin At Tauhid, www.rumaysho.com
1:07 PM | 0 komentar | Read More

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri

Hari raya Idul Fitri atau Lebaran senantiasa dinanti oleh kaum muslimin di seantero dunia. Hari yang menandakan berakhirnya bulan penuh ibadah, penuh keberkahan dan ampunan dari Allah ini merupakan hari kebahagian. Anggota keluarga berkumpul, yang jauh berdatangan, handai taulan bersua, hadiah saling dibagikan, doa saling dipanjatkan dan ucapan salam dan selamat saling diberikan di hari yang dipenuhi gema takbir ini.

Namun bagi sanak keluarga dan handai taulan yang tidak bisa saling  bertemu, di era komunikasi ini, ucapan selamat menyambut hari raya idul fitri, ucapan untuk saling minta maaf dan mendoakan bisa dikirimkan melalui SMS ataupun email atau melalui blog dan situs jejaring sosial. Ada yang suka pula mengirimkan kartu lebaran elektronik yang dibuat sendiri ataupun melalui berbagai layanan pengiriman kartu ucapan idul fitri.

Standar ucapan selamat lebaran atau Idul Fitri adalah:

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Taqobalallahu minnaa wa minkum

    Shiyamanaa wa shiyamakum

    Minal ‘aidin wal faizin

    Mohon maaf lahir dan batin

(Bagi yang ingin mengetahui arti kalimat dan doa di atas silakan baca pos berikut ini: Minal ‘aidin wal faizin bukan berarti mohon maaf lahir batin.)

Untuk teman-teman yang belum punya ide atau yang sedang cari ide ucapan lebaran, berikut ini adalah kumpulan ucapan pilihan yang diperoleh dari berbagai sumber. Sebagian diubah atau diperbaiki kalimatnya. Bagi yang tidak ingin ucapan standar, silakan simak yang berikut ini:

Ucapan lebaran 1

    Selamat Hari Raya Idul Fitri,

    Semoga kita dapat menemukan jati diri

    Memperoleh ampunan dan ridho Illahi

    Dan kelak mendapat kenikmatan surgawi

Ucapan lebaran 2

    Bila kata merangkai dusta…

    Bila tingkah menoreh luka…

    Bila hati penuh prasangka…

    Mohon pintu maaf dibuka…

Ucapan lebaran 3

    Waktu mengalir bagaikan air

    Ramadhan suci akan berakhir

    Tuk salah yg pernah ada

    Tuk khilaf berbuah lara

    Tuk dusta yg sempat terucap

    Pintu maaf selalu kuharap

Ucapan lebaran 4

    Satukan tangan, satukan hati

    Itulah indahnya silaturahmi

    Di hari kemenangan kita padukan

    Keikhlasan untuk saling memaafkan

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

Ucapan lebaran 5:

    Terselip khilaf dalam candaku,

    Tergores luka dalam tawaku,

    Terbelit pilu dalam tingkahku,

    Tersinggung rasa dalam bicaraku.

    Hari kemenangan telah tiba,

    Semoga diampuni salah dan dosa.

    Mari bersama bersihkan diri,

    sucikan hati di hari Fitri.

Ucapan lebaran 6:

    Tiada gembira yang menggelora,

    tiada senang yang mengangkasa,

    selain kembali pada fitrah dan ampunan-Nya.

    Selama Berhari Raya!

Ucapan 7:

    Tangan diulur maaf dipinta,

    Erat hubungan sesama kita,

    Semoga senang dan gembira,

    di Hari Raya yang mulia.

Ucapan lebaran 8:

    Satu Syawal menjelang tiba,

    Takbir bergema mengetarkan jiwa,

    Sekiranya ada salah dan dosa,

    Ampun dipinta dihari mulia.

Ucapan lebaran 9:

    Andai jemari tak sempat berjabat,

    Jika raga tak bisa bersua,

    Untuk  kata membekas luka,

    Semoga pintu maaf masih terbuka.

Ucapan lebaran 10:

    Menyambung kasih, merajut cinta,

    beralas ikhlas, beratap doa.

    Semasa hidup bersimbah khilaf,

    berharap diri dibasuh maaf.

Ucapan lebaran 11:

    Melati semerbak harum mewangi,

    Sebagai penghias di Hari Fitri,

    Pesan ini pengganti diri,

    Ulurkan tangan silaturahmi.

    Selamat Idul Fitri

Ucapan lebaran 12:

    Duduk termenung di atas dipan

    Dipan terbuat dari kayu jati

    Senang diri bisa bermaafan

    Leganya sampai ke lubuk hati

Ucapan lebaran 13:

    Maaf, aku tidak pandai berpuisi

    Jadi langsung saja ke yang inti

    dengan tulus dan ikhlas dari sanubari

    Saya mengucapkan selamat Idul Fitri

Ucapan lebaran 14:

    Beli es di warung bu Rima.

    Taruh di piring santap bersama.

    SMS sudah saya terima,

    teriring pula maksud yang sama.

    Minal ‘Aidin wal Faizin..

    Mohon maaf lahir batin..

Ucapan lebaran 15:

    Tari zapin rentak Melayu

    Rentak langkah hitung delapan

    Hari Raya di ambang pintu

    Silap salah mohon dimaafkan

Ucapan lebaran 16:

    Sahur hanya tinggal kenangan,

    berganti takbir fitri menjelang.

    Aku datang ulurkan tangan,

    memohon maaf semua kesalahan.

Ucapan lebaran 17:

    Sepuluh jari tersusun rapi,

    membawa harum bunga melati.

    Niatku ini setulus hati,

    memohon maaf  di hari Fitri.

Ucapan lebaran 18:

    Bulan Ramadhan telah berlalu

    Hari Kemenangan telah datang

    Mari bersihkan jiwa dan qalbu

    Dari dosa yang bergelimang

Ucapan lebaran 19:

    Ramadhan membasuh hati yang berjelaga

    Saatnya meraih rahmat dan ampunan-Nya

    Untuk lisan dan sikap yang tak terjaga

    Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

Ucapan lebaran 20:

    Faith makes all things possible.

    Hope makes all things work.

    love makes all things beautiful.

    May you have all of the three.

    Happy Iedul Fitri

Terjemahannya secara bebas adalah:

    Keimanan membuat segalanya mungkin

    Harapan membuat segalanya berjalan

    Cinta membuat segalanya indah

    Semoga engkau memiliki ketiganya

    Selamat Idul Fitri

Ucapan lebaran 21:

    I met Iman, Taqwa, Patience, Peace, Joy, Love, Health & Wealth today.

    They need a permanent place to stay.

    I gave them your address.

    Hope they  arrived safely to celebrate Idul Fitri with you.

    May Allah bless you  and your family.

Artinya demikian:

    Aku bertemu Iman, Taqwa, Sabar, Damai, Gembira, Cinta, Kaya, dan Sehat hari ini. Mereka memerlukan tempat tinggal yang tetap. Aku berikan alamat rumahmu. Semoga mereka sampai dengan selamat untuk merayakan Idul Fitri bersamamu.

    Semoga Allah memberkahimu dan keluargamu.


Ucapan lebaran 22:

    Let’s write all the mistakes down in the sand

    And let the wind of forgiveness erase it away

    Happy Idul Fitri!

Dalam bahasa indonesia:

    Mari kita tulis semua dosa dan kesalahan di pasir. Dan biarkan hembusan angin kemaafan menghapusnya. Selamat Idul Fitri!

Demikianlah kalimat-kalimat ucapan yang bisa disampaikan pada hari kita berbuka kembali setelah sebulan penuh berpuasa, hari raya Idul Fitri. Semoga bermanfaat.

Kalau ada yang punya ucapan indah dan penuh makna lainnya, eloklah jika berkenan berbagi melalui kotak komentar di bawah ini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri
12:24 PM | 0 komentar | Read More

Ucapan Selamat Lebaran

Ucapan Selamat Lebaran atau SMS Idul Fitri merupakan sebuah pencarian Terbaru Hari Ini, karena bulan suci yang penuh berkah ini akan berakhir tentu Ucapan Selamat Lebaran atau SMS Idul Fitri akan anda gunakan untuk ucapkan pada teman atau sanak saudara anda.

Nah buat anda yang membutuhkan SMS Ucapan Lebaran atau kata kata Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dibawah telah kami sediakan berbagai versi Kata kata Ucapan Selamat Idul Fitri dan berbagiSMS Ucapan Lebaran, yang mungkin bisa anda pergunakan.
____________________________________________________________

Takbir bergema menggetarkan jiwa,
Sekiranya ada salah dan dosa,
Ampun dipinta dihari mulia.


Andai jemari tak sempat berjabat,
Jika raga tak bisa bersua,
Untuk kata membekas luka,
Semoga pintu maaf masih terbuka.


Menyambung kasih, merajut cinta,
beralas ikhlas, beratap doa.
Semasa hidup bersimbah khilaf,
berharap diri dibasuh maaf.
Minal Aidin Wal Faizdin Mohon Maaf Lahir Dan Bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri.
__________________________________________________________

Mata bisa salah lihat
Kuping bisa salah dengar
Mulut bisa salah bicara
Hati bisa salah sangka
Di hari yang fitri ini
Mohon maaf lahir dan bathin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri.
____________________________________________________________________

Kata telah terucap, 
tangan telah tergerak, 
prasangka telah terungkap,
Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih
indahnya kemenangan hakiki,
Selamat Hari Raya Idul Fitri.
__________________________________________________________________________

Ijinkan saya bersajak. 
Untuk lisan yang tak terjaga. 
Untuk janji yang terabaikan. 
Untuk hati yang berprasaangka. 
Untuk sikap yang menyakitkan. 
Di hari yang fitri ini, dengan tulus hati saya mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin. 
Semoga Allah selalu membimbing kita bersama di jalanNya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri...

11:41 AM | 0 komentar | Read More

Kata Mutiara Selamat Idul Fitri 1432 H SMS Ucapan Selamat Idul Fitri 1432 H

Sebelumnya Cahaya Blogger memposting mengenai Ucapan Selamat ramadah, kali ini cahayablogger akan memberikan Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H kepada sobat sekalian, agar adanya kata-kata yang indah yang kita berikan kepada orang-orang terdekat akan lebih memberikan makna dalam Hari Raya ini dan tentu saja dapat mempererat tali persaudaraan. Berikut ini kami berikan sedikit info kata-kata mutiaranya :Kata Mutiara Selamat Idul Fitri 1432 H SMS Ucapan Selamat Idul Fitri 1432 H




_________________________________________________________________________

Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H
Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap
Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah & kasih sayang raih indahnya kemenangan hakiki
Selamat Hari Raya Idul Fitri
 _________________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H
Mawar berseri dipagi Hari

Pancaran putihnya menyapa nurani

Sms dikirim pengganti diri

SELAMAT IDUL FITRI

MOHON MAAF LAHIR BATHIN
 _________________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H 
Faith makes all things possible.

Hope makes all things work.

Love makes all things beautiful.

May you have all of the three.

Happy Idul Fitri.
_________________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H  
Walopun operator sibuk n’ sms pending terus,

Kami sekeluarga tetap kekeuh 

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin
_________________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H  
Cangkem iki sering nggedabrus

utek iki sering mikir sing elek

Minal aidzin wal faidzin

Mohon maaf lahir batin.
 _________________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H  
Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,

Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,

Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.

Mohon Maaf lahir Dan batin
 ________________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H  
MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran

Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan

Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh

Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap

Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek

Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin
 _______________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H  
Seiring cahaya rahmat bulan Syawal,
kuberi maafku setulus lahirmu dan kupinta maafmu sedalam batinku. 
Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1428H Minal aidin wal faizin. 
Mohon maaf lahir dan batin.
_________________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H 
Senandung asma 4JJ1 menghiasi malam menghampiri fajar menyambut hari kemenangan. 
Jabat tangan penuh kasih, eratkan tali silaturrahim

Jiwa yang suci dari sang maha suci, tapi sering kali ternoda oleh dosa pada insane. 
Sucikan jiwa dengan saling memaafkan
_________________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H  
 ” Sepuluh jari tersusun rapi.. Bunga melati pengharum hati .. 
SMS dikirim pengganti diri… Memohon maaf setulus hati … 
Mohon Maaf Lahir dan Batin .. Met Idul Fitri …
 _________________________________________________________________________________
Ucapan Selamat Idul Fitri 1432H  
Andai jemari tak smpt berjabat,andai raga tak dpt b’tatapseiring beduk yg mgema,
sruan takbir yg berkumandangkuhaturkan salam menyambut hari raya idul fitri,
jk ada kata serta khilafku membekas lara mhn maaf lahir batin.
SELAMAT IDUL FITRI

 _________________________________________________________________________

SMS LEBARAN 2011 - Ucapan Selamat Idul Fitri

Beningkan hati dg dzikir

Cerahkan jiwa dg cinta

Lalui hr dg senyum

Tetapkan langkah dg syukur

Sucikan hati dg permohonan maaf

mEt hArI RaYa IduL fiTrI

TaqobbaLallaHu minNa wA MinKuM

Minal AidziN WaL FaidziN

Mhn MaaF LahiR n BaTiN

_________________________________________________________________________

Ucapan Lebaran lewat SMS Selamat Idul Fitri

Masa aktif Hidup anda hampir berakhir, saldo dosa anda makin meningkat, di hari yang fitri ini raih kesempatan untuk meningkatkan saldo Iman. Isi ulang dengan sirahturahmi. SELAMAT IDUL FITRI, mohon maaf lahir & batin

_________________________________________________________________________________

Rangkaian indah SMS Lebaran kata-kata ucapan selamat idul fitri

Satukan tangan,satukan hati

Itulah indahnya silaturahmi

Di Hari kemenangan Kita padukan

Keikhlasan untuk saling memaafkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Mohon Maaf Lahir Batin

__________________________________________________________________________________

Sms Lebaran 2011 atau Ucapan Selamat Idul Fitri

Ucapan Lebaran Bahasa Inggris Mohon Maaf Lahir Batin Selamat Idul Fitri


Faith makes all things possible.

Hope makes all things work.

Love makes all things beautiful.

May you have all of the three.

Happy Iedul Fitri.”

__________________________________________________________________________________ 

Sms Lebaran 2011 atau Ucapan Selamat Idul Fitri

Sebelas bulan Kita kejar dunia,

Kita umbar napsu angkara.

Sebulan penuh Kita gelar puasa,

Kita bakar segala dosa.

Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,

Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.

Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,

Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.

Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

__________________________________________________________________________________

Sms Lebaran 2011 atau Ucapan Selamat Idul Fitri

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,

Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,

Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.

Mohon Maaf lahir Dan batin

__________________________________________________________________________________

Sms Lebaran 2011 atau Ucapan Selamat Idul Fitri

Orang Ganteng Orang Jelek.

Gue Ganteng Elo Jelek.

Lebaran dah Dateng

So Maafin Gw Jek

Mohon Maaf Lahir Bathin


11:18 AM | 0 komentar | Read More
Powered by Blogger.